"Sebelum jadi DPR RI, saya tidak pernah terlibat dalam politik. Saya orang seni. Izin, yang mulia mungkin pernah dengar lagu saya dulu? Agak ngetop, lagu Syarmila. Alhamdulillah penghasilan saya lebih besar di dunia seni. Kebetulan saya juga bisa mengorbitkan istri saya juga waktu itu jadi penyanyi," ujar dia.
"Banyak harta-harta kami yang kami beli sebelum istri saya jadi bupati. Karena alhamdulillah dengan izin Allah kami punya penghasilan lumayan dari dulu-dulu," lanjutnya.
Bahkan dalam persidangan dia sempat menyebut sejumlah keberhasilannya di bidang seni pernah dibayar puluhan juta di tahun 1990-an hingga miliaran.
"(Berapa pemasukan?) Kalau ngomong di sini takut saya riya. Kadang bisa ratusan juta, kadang bisa menginjak Rp 1-2 miliar ada, kadang-kadang," kata dia.
Terkait berdirinya PT RNB, Ashraff mengakui pernah menyerahkan uang kepada Sabiq untuk modal pendirian PT RNB. Namun, ia mengaku tak tahu dirinya dijadikan komisaris PT RNB oleh Sabiq.
"Kalau nggak salah (memberikan uang modal ke Sabiq) Rp 2,5 miliar. Saya tidak pernah ingin jadi komisaris, saya cuma pinjamkan modal aja. Saya nggak tahu soal komisaris atau apa, saya nggak ngerti," ujarnya.
Ashraff juga mengaku pernah menandatangani dokumen pendirian PT RNB yang dibawa oleh orang dari notaris. Namun, dia mengaku tidak membaca dokumen tersebut karena percaya kepada anaknya.
"Saya pernah didatangi notaris dan Anggi (staff keuangan PT RNB), minta tanda tangan katanya permintaan Sabiq. Saya tidak baca, saya nggak tahu apa-apa karena saya percaya sama anak saya, saya tanda tangan saja," ucapnya.
Ashraff juga menyeut mengetahui PT RNB bergerak di bidang usaha yang berkaitan dengan bus, truk, dan material. Tapi ia mengklaim tak tahu jika perusahaan anaknya itu kemudian mendapatkan pekerjaan outsourcing dari Pemkab Pekalongan.
"Saya sebenarnya tahu pas heboh-heboh sekarang ini. Sebelumnya saya tahu kurang lebih itu waktu dia mau pinjam modal lagi, mau kasih sembako katanya," kata Ashraff.
"Saya nggak tahu RNB ini masuk ke urusan proyek Pemda, saya nggak tahu. Setahu saya RNB cuma berjalan di luar urusan Pemda. (Proyek di RSUD tahu?) Apalagi di RSUD, saya baru tahu sekarang ini," lanjutnya.