"Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tegas CENTCOM.
Kini, pengakuan tertulis pejabat Angkatan Laut AS kepada senator menunjukkan bahwa memang terdapat delapan percobaan bunuh diri dalam gugus tempur USS Abraham Lincoln selama masa penugasannya, meski tidak ada personel yang meninggal akibat bunuh diri.
Ribuan pelaut AS yang berada di kapal induk USS Abraham Lincoln bertolak dari Thailand. Keberangkatan kapal induk tersebut sekaligus mengakhiri kunjungan pelabuhan pertama mereka menyusul laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan di atas kapal usai sembilan bulan bertugas di laut.
Dilansir AFP, Minggu (6/9/2026), sebanyak 5.000 awak kapal USS Abraham Lincoln berlabuh di sebelah utara kota resor Pattaya, dekat Bangkok, pada Rabu lalu. Kedatangan mereka untuk menjalani masa istirahat dan rekreasi selama lima hari setelah penugasan panjang di Timur Tengah.
Di tengah masa sepi kunjungan wisata di Thailand, kedatangan mereka membangkitkan harapan bagi para pelaku usaha di Pattaya, kota yang dikenal karena pantai dan kehidupan malamnya.
Berdasarkan pantauan AFP, Kapal Lincoln bertolak dari pelabuhan Laem Chabang, yang berjarak sekitar setengah jam perjalanan darat dari Pattaya, pada pukul 11.00 pagi (04.00 GMT).
Pengamanan di Pattaya diperketat selama kunjungan berlangsung, dengan pihak berwenang melakukan penertiban terhadap pekerja seks menjelang kedatangan para pelaut, meskipun wali kota membantah adanya kaitan antara kedua hal tersebut.
Terlepas dari kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya masalah, polisi setempat menyatakan, kunjungan pelabuhan tersebut secara umum berakhir tanpa insiden berarti.
"Semuanya berjalan lancar," ujar Kepala Polisi Pattaya, Anek Srathongyoo, kepada AFP.
"Tidak ada penangkapan ataupun pertengkaran, kecuali pada hari pertama saat terjadi perselisihan di antara sesama orang Amerika," katanya.