Serangan tersebut meninggalkan luka berat di area wajah, telinga, serta kepala bagian belakang. Deilham menyebutkan bahwa tim medis harus memberikan puluhan jahitan untuk menangani luka-luka tersebut.

"Ada banyak lukanya juga kan 27 jahitan, terus dibalut lagi," jelasnya.

Selain cedera fisik, trauma mendalam menjadi alasan utama keluarga memindahkan korban dari rumah asalnya di Arjasari. Dampak psikologis ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga saudara-saudaranya yang menyaksikan langsung kejadian mencekam tersebut.

"Iya korban saat ini tinggal sementara di rumah kakeknya, jadi tidak di Arjasari. Karena korban tidak ingin tinggal di rumah termasuk saudaranya yang lain karena saat kejadian berlangsung ada 3 keponakan saya," ungkapnya.