Terkait pendidikan, pihak sekolah telah memberikan dispensasi agar korban fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan total dan tidak terbebani urusan akademik untuk sementara waktu.
"Sudah konfirmasi juga, apa kalau dari pihak sekolah nyarankan untuk memfokuskan saja pada kesembuhan. Cuman kalau misalnya emang butuh tugas, ya nanti bakal dikasih. Jadi sekarang masih istirahat di rumah," kata Deilham.
Keluarga kini memprioritaskan pemulihan psikis atau trauma healing. Setelah sempat mendapat perhatian dari KPAI saat masih dirawat di rumah sakit, pihak keluarga berencana mencari bantuan profesional tambahan guna menghapus trauma yang dialami korban.
"Nah, pas awal-awal yang waktu di rumah sakit, yang waktu buka perban yang pertama, itu ada dari KPAI. Cuma untuk pihak luar saya belum ada informasi lebih lanjut. Tapi kayaknya saya bakal coba kontak dari timnya Kak Seto, gitu. Karena memang bagian dari KPAI juga, gitu. Untuk pemulihan, karena memang butuh juga sih, gitu," pungkasnya.