Menyusul aktivitas tersebut, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Radius aman yang ditetapkan adalah 3 kilometer dari kawah aktif.
"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 5-15 mm, dominan 10 mm. Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulisnya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9) malam. Erupsi tersebut tercatat terjadi pada pukul 20.23 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak terlihat secara visual adanya letusan. Namun, aktivitas erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 58 mm dan berlangsung selama 44 detik.