NADIKABAR.COM — Kondisi korban dugaan kekerasan seksual yang dilakukan bos restoran Korea di Surabaya, SSY (64), masih labil. Korban bahkan disebut mengalami demam selama beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan kuasa hukum korban, Vena Naftalia. Vena mengatakan saat ini pihaknya fokus memastikan kondisi korban tetap aman setelah SSY diduga kabur ke Korea Selatan.

"Kondisi korban masih labil. Korban juga demam beberapa hari. Saya juga kondisi badan drop," kata Vena saat dihubungi NadiKabar, Kamis (27/8/2026).

Vena menyebut kondisi korban menjadi perhatian utama pihaknya. Ia menyebut saat ini yang terpenting adalah mengamankan dan mendampingi korban.

"Yang penting sekarang saya harus amankan korban dulu," ujarnya.

Menurut Vena, kondisi tersebut juga menjadi perhatian penyidik kepolisian dalam menangani kasus ini.

"Penyidik takut akan memperburuk kondisi mental korban," ungkapnya.

Sebelumnya, Vena mengungkap korban sempat down hingga histeris setelah mengetahui SSY diduga kabur ke Korea Selatan. Korban disebut merasa putus asa.

"Untuk saat ini korban kemarin sempat mentalnya jadi kayak down, ya kayak histeris gitu ya. Jadi dia merasa kayak hopeless gitu, hopeless banget," beber Vena.

Vena menyebut korban juga sempat merasa keadilan tidak berpihak kepada masyarakat, apalagi dari kelas bawah.

"Mereka merasa bahwa memang keadilan itu tidak berpihak kepada kaum yang memang miskin dan enggak punya apa-apa," ujarnya.

Diketahui, SSY (64) bos restoran Korea di kawasan Jalan Mayjen HR Muhammad yang diduga melakukan kekerasan seksual berulang ke karyawannya kabur. Pelaku diduga kabur ke Korea melalui Bali.

Fakta ini disampaikan Kuasa hukum korban, Vena Naftalia. Vena membeberkan bahwa pelaku sebenarnya telah dicekal sejak 29 Juli 2026. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, SSY justru terbang ke Korea Selatan pada 5 Agustus 2026.

"Padahal tanggal 29 Juli 2026 surat pencegahan ke luar negeri sudah turun dan harusnya sudah terintegrasi di dalam sistem," ujar Vena.

Pelaku diduga kabur melalui melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.