Ia mengatakan temuan-temuan tersebut memberikan perspektif baru mengenai perkembangan ekspresi artistik dan perjalanan manusia di kawasan kepulauan Asia Tenggara.

Fadli juga mengajak komunitas akademik internasional memperluas perspektif dalam memahami sejarah manusia. Ia menilai peran masyarakat kepulauan dan lingkungan maritim perlu mendapat perhatian lebih besar.

Menurutnya, sejarah kawasan Indo-Pasifik tidak cukup dipahami dari perspektif kontinental. Kajian juga perlu mencakup jaringan migrasi, interaksi, dan pertukaran budaya antarpulau. Perspektif ini dapat memperluas pemahaman tentang posisi Nusantara dalam sejarah peradaban dunia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta K.G.P.A.A. Paku Alam X mengatakan kemajuan peradaban tidak hanya diukur dari pencapaian manusia.

"Kemajuan peradaban tidak sekadar diukur dari seberapa jauh manusia melangkah, tetapi juga dari kebijaksanaannya memahami perjalanan yang telah dilalui," paparnya.

Kongres IPPA Jadi Momentum Perkuat Diplomasi Budaya