NADIKABAR.COM — KONI DKI Jakarta tidak mau main-main menghadapi PON 2028. Mereka memperketat seleksi atlet agar target juara umum tercapai.
Hal ini jadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028. KONI DKI meminta seluruh cabang olahraga (cabor) menyusun target prestasi yang terukur dan realistis.
Rakor yang digelar di Jakarta, Kamis (15/10/2026) dihadiri pimpinan KONI DKI Jakarta, jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta pimpinan dari 69 cabang olahraga se-DKI Jakarta.
Ketua Umum KONI DKI, Hidayat Humaid, menegaskan konsolidasi menjadi momentum penting untuk menyatukan strategi dan memperkuat kesiapan kontingen Jakarta menghadapi PON 2028.
Hidayat meminta setiap cabor melakukan pemetaan kekuatan atlet secara menyeluruh, sekaligus menetapkan target berdasarkan kemampuan dan waktu persiapan yang tersisa sekitar dua tahun.
"Saya minta target yang terukur dan realistis. Dalam waktu dua tahun tersisa, mari kita lihat apakah waktu tersebut cukup. Jika tidak, cari jalan keluar dan solusinya," ujar Hidayat.
Guru besar bidang keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menekankan pentingnya kerja keras, integritas serta kesiapan finansial dan operasional untuk mendukung pencapaian prestasi olahraga Jakarta.
Menurutnya, menjadi juara umum PON 2028 harus dibarengi komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga. Setiap pihak dituntut mengambil peran dan tanggung jawab sesuai kapasitasnya.
"Keberhasilan hanya bisa diraih melalui komitmen dan kerja bersama, bukan sikap pasrah atau saling mengandalkan," katanya
Dalam persiapan menuju PON XXII/2028, KONI Jakarta tetap menerapkan standar kualifikasi yang ketat berbasis prestasi. Meski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi.
Adapun kriteria pemberangkatan atlet berdasarkan hasil babak kualifikasi. Pada kualifikasi tingkat nasional, atlet ditargetkan mampu menembus peringkat empat besar. Sementara itu, pada kualifikasi tingkat wilayah atau zonasi, atlet wajib menempati posisi dua besar atau menjadi finalis.
"Kebijakan tersebut bertujuan memastikan atlet yang memperkuat kontingen Jakarta memiliki daya saing dan peluang meraih prestasi pada ajang olahraga nasional tersebut. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan atlet yang mewakili DKI benar-benar memiliki daya saing dan peluang besar meraih prestasi di PON 2028," ujarnya.
Hidayat berharap konsolidasi yang dilakukan sejak tahap kualifikasi dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kontingen yang kompetitif.
"Dengan target yang terukur, seleksi atlet berbasis prestasi, serta koordinasi antarcabang olahraga, Jakarta membidik hasil maksimal sekaligus peluang menjadi juara umum PON XXII/2028," paparnya.
Selain mematangkan persiapan menuju PON XXII/2028, Hidayat juga menyampaikan bahwa KONI DKI Jakarta sudah bersiap menjadi tuan rumah PON Pantai di kawasan Ancol bulan November.