NADIKABAR.COM β€” Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta akan menerapkan standar kualifikasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 berbasis prestasi bagi seluruh cabang olahraga yang berada di bawah organisasi tersebut.

Pada PON 2028, DKI Jakarta bersama dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut.

β€œMeski DKI Jakarta menjadi salah satu tuan rumah PON 2028 sebagai penyangga tuan rumah utara NTB dan NTT, seluruh cabang olahraga tetap diwajibkan mengikuti tahapan kualifikasi,” kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta Benny Erwin di Jakarta, Senin.

Menurut dia, keputusan tersebut sudah disepakati dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Menuju Babak Kualifikasi PON XXII/2028 Pada Kamis (15/10).

Dia mengatakan untuk kualifikasi tingkat nasional, atlet ditargetkan mampu menembus peringkat empat besar.

Sementara pada kualifikasi tingkat wilayah atau zonasi, atlet wajib menempati posisi dua besar atau menjadi finalis.

Benny pun mendorong seluruh atlet agar terus meningkatkan prestasi melalui latihan disiplin dan mengikuti berbagai ajang kejuaraan, mengingat seleksi Pra-Pon sangat ketat sebelum mengikuti PON 2028.

"Proses seleksi Pra PON sangat ketat. Saya yakin dengan kekompakan dan rajin berlatih, semua akan memberikan yang terbaik bagi Jakarta,” ujar Benny.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir resmi menetapkan Provinsi NTT, Provinsi NTB, dan Provinsi DKI Jakarta sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang Penetapan Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 serta surat pengantar terkait penyelenggaraan PON kepada para gubernur daerah penyelenggara di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, pada 23 Juni 2026.

Menpora Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 harus dilaksanakan secara efisien dan transparan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dia pun menegaskan seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan harus mengedepankan tata kelola yang baik serta berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional.

β€œSaya berharap penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 dapat berjalan dengan baik. Seluruh aspek administrasi harus dilakukan secara transparan sehingga berbagai persoalan yang pernah terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya tidak terulang kembali,” tegas Erick.