NADIKABAR.COM — Konsumen Eropa yang ingin mengimpor mobil dari China beralih ke mobil hibrida plug-in (PHEV) baru dan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicles​​​​​/BEV) bekas selama dua tahun terakhir, menyusul kenaikan tarif impor BEV dari China hingga 45,3 persen pada 2024.

Publikasi CarNewsChina pada Kamis (22/10) mengutip informasi China EV Marketplace (CEVM) yang menyebutkan bahwa peralihan itu terjadi karena kendaraan model PHEV baru dan BEV bekas tidak dikenai bea masuk imbalan.

Namun, tren kembali berubah setelah Uni Eropa memberlakukan batas kuota impor baru sebanyak 350 ribu unit untuk kendaraan hibrida dari China.

Kebijakan itu mendorong konsumen beralih ke mobil bekas yang tidak dikenai bea masuk imbalan 45,3 persen maupun pembatasan kuota impor.

Menurut data China EV Marketplace (CEVM), penjualan kendaraan bekas kepada konsumen di Uni Eropa selama Januari hingga September 2026 meningkat 280 persen secara tahunan menjadi 7.900 unit, sedangkan penjualan kendaraan barunya turun 44 persen.