"Tarif telah melemahkan permintaan konsumen Eropa kami terhadap BEV baru asal China. Kami memperkirakan pembatasan kuota impor hibrida juga akan menekan penjualan PHEV baru," kata Chief Operating Officer EV Marketplace, Jakub Geršl.

"Mobil bekas dikecualikan dari tarif tambahan BEV dan kuota baru untuk kendaraan hibrida (PHEV). Itulah sebabnya kami menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnis kami di Eropa," katanya.

CEVM saat ini menawarkan lebih dari 2.600 unit mobil listrik bekas melalui situs webnya. Daftar yang diperbarui setiap hari itu mencakup merek seperti Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr.

Menurut CEVM, harga kendaraan-kendaraan tersebut jauh di bawah harga eceran yang disarankan produsen karena persaingan ketat di China.

"Harga mobil baru yang lebih rendah turut menekan harga mobil bekas," kata Geršl.