NADIKABAR.COM — Seorang pedagang turut terdampak tawuran warga di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Pedahang itu mengalami kerugian lebih dari Rp 2 juta setelah konternya menjadi sasaran pengambilan barang saat tawuran.

"Kita lagi ngumpul di dalam buat penjagaan biar nggak masuk gitu. Soalnya kan udah mulai penjarahan, suka mengambil barang gitu," kata salah satu pedagang, Dimas, Senin (19/10/2026).

Tawuran itu terjadi pada Minggu (18/10). Dimas mengatakan tawuran berlangsung dalam tiga gelombang, yakni pada pukul 01.00 WIB, sekitar pukul 10.00 WIB, dan menjelang waktu magrib.

"Nggak ada omongan. Dia udah di depan, tiba-tiba udah di depan konter. Pecahin kaca, ngambil toples yang ada di sini sama kartu-kartu sebagian ada yang hilang," kata dia.

Ia menjelaskan, saat kejadian, dirinya bersama sejumlah orang sedang berkumpul di dalam konter untuk berjaga-jaga agar para pelaku tidak masuk ke dalam.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena situasi di sekitar lokasi sudah mulai tidak kondusif dan terdapat aksi pengambilan barang.

Akibat kejadian tersebut, kaca etalase konter pecah. Selain itu, sekitar empat toples berisi pengisi daya atau charger dilaporkan hilang bersama sejumlah kartu yang berada di bagian depan konter.

"Total kerugiannya sama etalase kita yang pecah sih kisaran Rp 2 juta lah. Rp 2 juta ke atas ada," ucapnya.

Ia mengatakan para pelaku tidak sampai masuk ke dalam konter. Barang-barang yang hilang merupakan barang yang berada di bagian depan tempat usahanya.

Pemilik konter berharap aksi tawuran di kawasan Manggarai tidak kembali terulang karena berdampak terhadap masyarakat dan pedagang yang tidak terlibat dalam perselisihan tersebut.

"Semoga enggak berulang lagi. Soalnya kita yang kena dampaknya juga di sini. Walaupun kita enggak ikut-ikutan, juga kita kena dampaknya," katanya.

Tawuran antar kelompok pemuda terjadi di kawasan Stasiun Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan yang dipicu saling lempar petasan hingga berujung pembakaran sebuah kios pada Minggu (18/10).

Polisi menangkap enam orang pelaku tawuran di Manggarai. Yuni mengatakan tawuran berawal dari provokasi dari beberapa kelompok muda yang menggunakan petasan.

"Sementara baru enam orang, itu masih diamankan, nanti akan kita dalami," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan.

Dia mengatakan kejadian itu tak berlangsung lama lantaran jajaran kepolisian, TNI dan Satpol PP mendatangi lokasi.Tidak ada korban luka maupun jiwa. Arus lalu lintas dua arah pascatawuran juga dipastikan kondusif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti aksi tawuran antarkelompok pemuda di kawasan Manggarai yang berujung pada pembakaran warung. Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI bersama TNI, kepolisian, dan para pemuda setempat sepakat membentuk posko bersama.

"Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama," kata Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10).

"Saya menyetujui untuk itu, dan mudah-mudahan ini sebagai antisipasi untuk menahan tawuran yang ada di tempat itu," lanjutnya.