Kontroversi kemudian berkembang ketika meme tersebut mengaitkan Mbappe dengan Mao Zedong. Mao merupakan tokoh sentral dalam sejarah resmi China sebagai pendiri Republik Rakyat China. Karena kedudukannya yang sensitif dalam sejarah dan politik negara tersebut, candaan yang melibatkan Mao dapat dipandang sebagai penghinaan, bukan sekadar lelucon.

Dampak kontroversi itu meluas ke ranah komersial setelah sejumlah merek China memutus hubungan kerja sama dengan Mbappe. Komentar yang awalnya dianggap sebagai candaan mengenai meme dirinya pun berubah menjadi persoalan reputasi dan bisnis bagi pemain timnas Prancis tersebut.

Mbappe akhirnya meminta maaf kepada China setelah komentarnya mengenai meme Mao Zedong menimbulkan reaksi, sementara dampak komersialnya turut memengaruhi hubungan sang pemain dengan sejumlah merek di negara tersebut.