Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat MES Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa 85 persen penduduk di Indonesia adalah muslim. Praktik dan realisasi ekonomi syariah di masyarakat masih belum optimal sehingga diperlukan dorongan agar prinsip ekonomi syariah terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Oleh karena itu keberadaan MES ini diharapkan menjadi penghubung bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha dan stakeholder terkait lainnya. Kalau kita bisa bersinergi maka manfaat yang dirasakan masyarakat akan lebih besar," tutur Rosan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pengurus MES Jateng untuk mengoptimalkan potensi lokal, termasuk pengembangan wisata ramah muslim seperti di Demak dan Keraton. Ia juga meminta pengurus untuk menggandeng para pemangku kepentingan agar program MES Jateng menjadi barometer di tingkat nasional.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pengurus Pusat MES Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi sekaligus sebagai Ketua Dewan Penasihat MES Jawa Tengah. Turut hadir pula Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi Ari Permana, Koordinator Wilayah MES Jawa Balinusra Kukrit Suryo Wicaksono, dan Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah Reza Arif Budi Artha.