"Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan," kata Linda dalam keterangannya, 2 Oktober 2026.

Selain verifikasi, Pemprov Jateng menyiapkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP secara bertahap mulai Oktober hingga akhir November 2026.

Lebih lanjut, penguatan koperasi juga dilakukan melalui fasilitasi kontak bisnis di 35 kabupaten/kota, pengembangan kemitraan usaha, serta pendampingan tata kelola dan pemasaran produk lokal.

Di Desa Purbayan, misalnya, terdapat potensi usaha berupa budidaya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran yang dikelola PKK, hingga kerajinan wayang.

Luthfi sebelumnya juga menekankan pentingnya pengembangan KDKMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Hal tersebut diperlukan agar koperasi tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menggerakkan usaha masyarakat setempat.

"Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya," kata Luthfi beberapa waktu yang lalu. (ega/ega)