NADIKABAR.COM — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain melayani kebutuhan rumah tangga, KDKMP juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.
Manfaat tersebut terlihat di KKMP Banjarsari, Kota Surakarta, dan KKMP Dadapsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kedua KKMP tersebut menyediakan kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk maupun memperoleh bahan baku usaha.
Harga Kebutuhan Pokok Jadi Daya Tarik
Di Banjarsari, Koperasi Kelurahan Merah Putih menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, seperti MinyaKita, LPG 3 Kg, dan beras SPHP. Pelanggan KKMP Banjarsari, Indah, mengaku kerap berbelanja di KKMP tersebut karena harga sejumlah barang dinilai lebih murah.
"Beli gula, air mineral, MinyaKita. Sering belanja harganya lebih murah," ucap Indah beberapa waktu lalu.
Indah menyebut harga minyak goreng yang umumnya dijual sekitar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu bisa diperoleh seharga Rp 15.700 bagi anggota KKMP.
Pengalaman serupa disampaikan Ayu, pelanggan KKMP Dadapsari. Menurutnya, harga yang ditawarkan KKMP cukup membantu, termasuk bagi pelaku UMKM yang memerlukan barang dengan harga sesuai kemampuan usaha.
"Harganya lebih murah, juga bisa untuk UMKM harganya bisa masuk," tuturnya.
Lurah Dadapsari, Hesti Karyani, menjelaskan bahwa selisih harga sejumlah barang di KKMP berkisar Rp 1.000 hingga Rp 1.500 dibandingkan dengan toko lain. Selisih tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja di KKMP.
"Ketika mereka membandingkan harga dengan toko lain dan melihat ada selisih harga Rp 1.000 hingga Rp 1.500 lebih murah, mereka memilih berbelanja ke KKMP. Hal ini menciptakan sinergi yang baik, KKMP mendapatkan sedikit keuntungan, dan warga mendapat penghematan dari selisih harga," kata Hesti.
Harga yang relatif terjangkau juga berpotensi membantu pelaku UMKM menekan biaya operasional, terutama untuk pembelian bahan baku yang dibutuhkan secara rutin.
Koperasi Membuka Peluang Pemasaran UMKM
Selain menjual kebutuhan pokok, KKMP Dadapsari memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menitipkan produk di gerai KKMP. Salah satunya adalah Dwi Yuli Wiyati, 54 tahun, yang mulai menitipkan dagangannya sejak Februari 2026.
Dwi menjual roti kacang dan pempeng pedas. Dalam satu kali penyetoran, ia biasanya menitipkan sekitar 60 roti kacang yang dapat habis dalam waktu satu minggu.
"Saya ada dua macam. Yang satu roti kacang, yang satunya pempeng pedas," ujar Dwi.
Sebelum menitipkan produk di KKMP, Dwi mengandalkan warung-warung untuk memasarkan dagangannya. Ia juga memanfaatkan KKMP untuk membeli stok barang bagi usaha sembako yang dijalankannya di rumah karena harga barang dinilai lebih murah.