Mereka memiliki pengalaman mengimpor kopi Indonesia ke Eropa serta telah berhasil menjalankan bisnis warung kopi Indonesia di Belanda dan Jerman.
Nozky Danit dari Meramanis Coffee, yang memiliki warung kopi di Kota Cologne, Jerman, menyampaikan bahwa specialty coffee Indonesia semakin dikenal dan diterima baik oleh masyarakat Eropa, khususnya di Jerman.
Melalui kegiatan ini, para pengunjung mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai jenis kopi mulai dari kopi Sumatera, Jawa, Bali, hingga Flores.
Kopi jenis arabika honey dari Jawa Barat dan Liberika menjadi primadona selama dua hari pelaksanaan festival pada 31 Oktober-1 November 2026.
Banyak pengunjung tertarik dengan cita rasa kopi Indonesia yang unik, khususnya liberika yang sangat jarang ditemui di pasar kopi Swiss.
Indonesia juga satu-satunya yang menghadirkan kopi arabika yang diproses melalui metode honey anaerobe yang cukup diminati pengunjung karena rasanya yang fruity dan light, dan cenderung cocok untuk banyak kalangan.
Keterlibatan Indonesia di dalam SCF selain menjadi momentum untuk memperkuat posisi specialty coffee Nusantara sebagai salah satu produk unggulan Indonesia di pasar internasional, juga sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra bisnis di Swiss maupun negara-negara Eropa lainnya.