Ketiga exhibitor, baik Meramanis, Cademo, maupun Rayyana berhasil menjaring mitra-mitra baru yang tertarik dengan produk kopi mereka sebagai potential buyer.
Nozky, contohnya, telah menerima permintaan untuk 10 ton kopi jenis decaf dan 300 kilogram biji kopi robusta.
Sementara itu, Rayyana menerima permintaan untuk arabika honey dari Jawa Barat dan Cademo menerima permintaan untuk kintamani klasik.
Menurut mereka, kegiatan promosi seperti ini membantu mendorong pengenalan produk kopi Indonesia ke masyarakat luas dan peningkatan nilai ekspor kopi Indonesia secara umum.
Indonesia juga turut menghadirkan tujuh sampel produk kopi dari para pengusaha UMKM yakni PT Lamas Coffee Indonesia, CV Federico, PT Iceh Agro, PT Kopinang Indische Koffie, Kiyogura Mangun Karsa, Doa Coffee, dan PT Triputra Nusa Jaya.
Produk yang dihadirkan mulai dari green bean, roasted coffee, hingga kopi bubuk, turut memperkaya representasi karakter dan cita rasa kopi Nusantara.
Termasuk salah satunya adalah kopi excelsa dari Lamas Coffee, produk kopi langka dan menjadi satu-satunya yang hadir di festival kali ini.