Lebih lanjut, sebuah profil LinkedIn atas nama Hamam al-Hammami mencantumkan riwayat kerja selama tujuh tahun di Oman Air yang berakhir pada Februari 2025. Kemudian ia bergabung dengan maskapai Maroko, Royal Air Maroc, pada Juni 2025 dan keluar pada Januari 2026.

Namun halaman LinkedIn tersebut tidak mencantumkan Flydubai. Salah satu sumber mengonfirmasi bahwa profil itu milik pilot Flydubai yang terlibat dalam insiden tersebut. Profil itu kini telah dihapus. Sementara itu NadiKabar telah menghubungi LinkedIn untuk meminta tanggapan.

Tak hanya itu, sumber kedua, seorang diplomat dari kawasan tersebut, mengatakan kepada NadiKabar bahwa tersangka dikeluarkan dari pelatihan penerbangan di Oman Air karena kekhawatiran akan pandangan radikalnya. Namun kemudian diberi peran lain di maskapai nasional Oman tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tersangka diduga telah menjalani "indoktrinasi radikal Islamis."