Sementara itu, pejabat Israel mengatakan al-Hammami baru bekerja di maskapai Flydubai selama delapan bulan. Sedangkan sumber keempat menyebutkan bahwa terduga pelaku sebelumnya pernah bekerja untuk Royal Air Maroc.

Lebih lanjut, Air Maroc, dalam sebuah pernyataan kepada AP, menyatakan pelaku sempat menjalani pelatihan bersama maskapai tersebut selama tiga bulan pada tahun 2025. Pelatihan itu sebagai bagian dari proses pra-kerja, namun ia tidak terpilih untuk dipekerjakan.

Temuan ini akan memicu kekhawatiran mengenai pentingnya pemeriksaan latar belakang dalam proses perekrutan di industri penerbangan. NadiKabar telah menghubungi Oman Air dan kantor media pemerintah Dubai untuk meminta tanggapan.

Sementara itu, pihak Flydubai menyatakan tidak dapat memberikan komentar selama insiden tersebut masih dalam penyelidikan.