"Jadi kita pengin menghadirkan bukan hanya sekadar kopi, tapi juga ada makanannya. Setelah makan silahkan ditutup dengan kopi. Atau dibuka misalnya dengan bakso gorengnya. Mulai dari makanan pembuka sampai akhirnya makanan utama sampai makanan penutup ada di sini," jelas Bambang.
Makanan-makanan tradisional yang ditawarkan di Koffietiam Tiantang juga kebanyakan masakan Jawa, dengan beberapa diambil dari resep keluarga.
Meskipun begitu, Bambang tidak ingin sebatas menawarkan masakan tradisional. Ia juga ingin menawarkan pilihan lebih variatif ke pelanggan, khususnya anak-anak muda yang sedang berkunjung ke Blok M.
Oleh karena itu, hadir juga beberapa menu Western hingga minuman kekinian, seperti Ice Cream Matcha, Butterscotch Cloud latte, Cheesecake Cloud Latte, Mochi Cloud, dan masih banyak lagi.
Saat ini kurang lebih ada 40 menu makanan dan minuman yang bisa dicoba di Tiantang. Ke depannya menurut Bambang, akan ada terus menu-menu yang berkembang.
"Mungkin beberapa waktu ke depan kita akan hadir juga dengan menu yang lebih lengkap dan terus berkembang," ujar Bambang.
Harganya juga masih terjangkau. Untuk di kawasan Blok M, pelanggan bisa menikmati makanan dan minuman mulai dari harga Rp 20.000an saja.
NadiKabar mencoba beberapa menu tradisional andalan di sini. Salah satunya Ayam Boemboe Roedjak yang dikenal jadi favorit.
Seporsinya Rp50.000 sudah termasuk nasi putih dan ayam dengan potongan sangat besar. Kami mencicipi bagian paha yang dagingnya empuk, lembut, dan juicy. Bahkan dipoteknya pun tidak sulit.
Bumbu rujaknya menyeliputi tebal permukaan ayam dan meresap sampai ke dalam daging. Rasanya dominan gurih dengan rempah-rempahan yang tipis.
Meski warna bumbunya tampak merah, rasa ayam ini tidak pedas. Ada pun sentuhan smokey dari ayamnya yang tampaknya dibakar terlebih dahulu.
Rawon juga tak kalah menarik dicicipi. Tersedia rawon daging maupun campur tim redaksi daging, paru, dan babat. Namun, kami mencoba Rawon Dagingnya (Rp65.000).