Rawonnya punya kuah gelap yang khas dari pemakaian kluwek. Rasanya gurih asin dengan isian daging melimpah dan potongan daging besar-besar. Dagingnya juga empuk. Ditambah kucuran jeruk nipis jadi semakin nikmat karena ada sensasi asam menyegarkan.

Mie ayam menjadi salah satu menu yang umumnya hadir di kopitiam peranakan. Koffietiam Tiantang juga punya beberapa menu mie ayam, tetapi salah satu yang memikat perhatian kami adalah Mie Kari Ayam Tiantangnya (Rp40.000).

Semangkuknya terdiri dari mie, suwiran ayam, irisan daun bawang, pangsit goreng, dan kuah kaldu kari disajikan terpisah.

Menggunakan mie keriting yang teksturnya kenyal pas, tidak kering. Lalu disajikan bersama suwiran ayam melimpah. Disiram bumbu kari kental dan pekat. Supaya rasanya lebih menyatu, lebih baik diaduk rata terlebih dahulu bersama mienya.

Dimakan begini saja menurut kami sudah nikmat. Bumbu karinya cenderung seperti racikan kari Indonesia yang gurih, pedas berempah tetapi tidak begitu kuat.

Bisa disiram dengan kuahnya kalau mau sedikit lembek atau basah. Kuahnya juga diberi sentuhan kari sedikit. Rasanya gurih pas dengan jejak rasa rempah jahe yang tercecap cukup kuat.

Toast atau roti bakar memang bisa ditemukan hampir pada semua kopitiam. Begitu juga di Koffietiam Tiantang yang punya menu Kaya Butter Toast (Rp24.500). Namun, Kaya Butter Toast di sini cukup berbeda dari yang lain.

Mereka pakai roti brioche dan selai srikaya produksi sendiri. Rotinya tebal dengan tekstur renyah khas roti bakar yang masih terasa di bagian luar tetapi ketika digigit, kami bisa merasakan tekstur roti brioche sangat lembut. Selai srikayanya juga punya tekstur yang halus, manisnya pas, dan ada sentuhan gurih dari butternya.

Kaya Butter Toast ini pun cocok dinikmati beserta Kopi Butter (Rp38.000) yang disajikan panas. Rasa kopi klasik pekat yang cenderung pahit dan manisnya pas dipadukan dengan butter yang menambah tekstur creamy dan gurih nikmat.

Kalau mau yang lebih menyegarkan bisa pesan Es Teh Tarik. Beda dari es teh tarik pada umumnya yang punya warna cenderung pekat, di sini teh tariknya punya warna cenderung lebih muda seperti teh susu. Rasanya bukan yang dominan berempah, melainkan kami bisa merasakan jejak teh beraroma seperti pakai teh melati. Manisnya juga masih pas.

Koffietiam Tiantang menjadi pilihan pas untuk segala macam agenda karena menawarkan suasana yang hangat, nyaman, dengan kursi dan meja yang luas dan banyak, serta pilihan menu sangat beragam.

Lokasinya bisa ditemukan di Dapuraya, Pasaraya Grande BlokM Lt. LG, Jakarta, Indonesia 12160. Tertarik mampir?