"Bagi 10 yang rawat inap gratis, tidak ada pembiayaan apa pun. Nanti pihak BGN yang bertanggung jawab. Karena sebetulnya kita itu inginnya anak-anak bangsa ini sehat semuanya," terangnya.
Dari total 260 korban keracunan MBG, 4 orang guru SMPN 1 Kabuh. Dari jumlah itu, 175 siswa dan guru pulih karena melakukan pengobatan secara mandiri pada Rabu (2/9). Sedangkan 85 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena masih sakit perut, diare, pusing, mual dan muntah pada Kamis (3/9).
"Yang 175 itu berdasarkan dari sekolahan, ternyata sampai kurang lebih 175 yang pernah mengalami keluhan diare, mual-mual dan gejala lainnya," tandas dr Hexawan.
Sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar Kamis (3/9) pagi. Sebab banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Keluhan mereka tim redaksi lain sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing.