NADIKABAR.COM — Jumlah korban keracunan MBG di Jombang kembali bertambah menjadi 260 orang per hari ini. Dari jumlah itu, 3 siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menjelaskan, korban keracunan MBG bertambah 4 orang pada Kamis (3/9) pukul 17.00-19.00 WIB. Keempatnya siswa SMPN 1 Kabuh. Terdiri dari 3 siswa rawat inap di Puskesmas Kabuh dan 1 rawat jalan di klinik Ploso.

"Sehingga datanya menjadi update 260 orang. Alhamdulillah dari satu sekolah, bukan ke sekolah-sekolah lain. Karena daftar penerimanya tuh banyak. Ada di TK, di SD, banyak daftarnya. Lah kenapa kok pada saat SMP Negeri 1 Kabuh ini yang paling banyak? Itu yang menjadi catatan kami," jelasnya kepada wartawan saat skrining TBC di Desa Pandanwangi, Jumat (4/9/2026).

Sampai kemarin malam, lanjut dr Hexawan, 10 siswa dirawat inap di Puskesmas Kabuh. Pagi tadi, 7 siswa sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Sehingga saat ini tinggal 3 siswa yang rawat inap.

"Bagi 10 yang rawat inap gratis, tidak ada pembiayaan apa pun. Nanti pihak BGN yang bertanggung jawab. Karena sebetulnya kita itu inginnya anak-anak bangsa ini sehat semuanya," terangnya.

Dari total 260 korban keracunan MBG, 4 orang guru SMPN 1 Kabuh. Dari jumlah itu, 175 siswa dan guru pulih karena melakukan pengobatan secara mandiri pada Rabu (2/9). Sedangkan 85 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan karena masih sakit perut, diare, pusing, mual dan muntah pada Kamis (3/9).

"Yang 175 itu berdasarkan dari sekolahan, ternyata sampai kurang lebih 175 yang pernah mengalami keluhan diare, mual-mual dan gejala lainnya," tandas dr Hexawan.

Sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar Kamis (3/9) pagi. Sebab banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Keluhan mereka tim redaksi lain sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing.

Mereka mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9) siang. Menunya berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut.

Berdasarkan keterangan dari para korban, udang saus padang di MBG yang dimakan para siswa dan guru kemarin siang, diduga menjadi penyebab keracunan massal ini. Sebab udang tersebut mengeluarkan aroma kurang sedap.