NADIKABAR.COM — Terkuak jalinan modus cerdik oknum Kepala Desa (Kades) asal Banyuwangi berinisial AS (34) dalam mengelabuhi korbannya hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Berkedok perwakilan lembaga pendidikan, tersangka lihai menyusun skenario beasiswa palsu ke China.

Aksi penipuan ini berawal saat korban, IYW, warga Kota Malang, mendapatkan informasi brosur program bertajuk "Kuliah Hebat" dari seorang guru SMA Negeri di Malang pada pertengahan Juni 2025. Saat anak korban (MRR) menghubungi nomor yang tertera, tersangka AS mengaku sebagai perwakilan resmi dari PT Indo Universia Multinasional.

Dalam komunikasi tersebut, tersangka meyakinkan korban dengan menjanjikan beasiswa penuh (full scholarship) di Fakultas Kedokteran Hainan Medical University, China, yang diklaim mencakup seluruh biaya kuliah, asrama, hingga uang saku bulanan.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo membeberkan skema pancingan uang yang diterapkan oleh tersangka.

"Modus tersangka adalah menawarkan beasiswa kuliah kedokteran di Cina dan korban diminta mengeluarkan sejumlah uang yang sudah dibayarkan," beber Aji.

Terbujuk oleh klaim manis tersebut, korban menyepakati paket administrasi sebesar Rp150 juta. Pembayaran dilakukan secara bertahap mulai dari uang muka Rp4 juta pada 25 Juni 2025 hingga pelunasan Rp100 juta pada akhir Juli 2025 ke rekening PT Indo Universia.

Tak berhenti di situ, tersangka juga meminta biaya tambahan pengurusan visa dan tiket keluarga pendamping sebesar Rp22,5 juta. Aksi penipuan terus berlanjut hingga saat pendampingan di China, di mana tersangka kembali memeras korban sebesar Rp56,6 juta melalui dalih transaksi penukaran WeChat Pay saat pembelian perhiasan.

Sebelumnya, penipuan ini menimpa keluarga IYW di Kota Malang. Tersangka AS yang merupakan oknum Kades asal Banyuwangi kini telah ditangkap dan ditahan oleh penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota setelah sempat dua kali mangkir dari panggilan polisi.