NADIKABAR.COM — Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto makin terang. Seorang perempuan berinisial ANW, sebelumnya melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol mengatakan telah membuat laporan polisi terhadap Betrand pada 12 September 2026.
"Pada tanggal 12 September, sudah ada laporan polisi terhadap BP," ungkap Nathaniel Hutagaol saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026).
Kemudian Nathaniel menyebut nama lengkap Betrand Peto. Betrand dikenakan pasal tindakan kekerasan seksual.
"Terlapor di sini adalah Alfonsus Toribio Tenkudi alias Betrand Peto yang mana diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual. Dengan pasal yang kami sangkakan Pasal 473 Undang-Undang KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," ungkap Nathaniel.
Selain Betrand, kuasa hukum ANW mengatakan terdapat laporan lain terhadap pria berinisial WHA rekan Betrand. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan rekan Betrand terhadap rekan ANW, WHA.
"Dan satu lagi kami melaporkan temannya BP yang berinisial WHA dengan pasal penganiayaan. Karena yang kemarin mungkin ramai dilihat bahwa ada kuping yang berdarah itu, nah ini dia. Ini bisa ditunjukkan," kata Nathaniel sembari memperlihatkan foto yang disebut sebagai bukti.
Nathaniel kemudian meminta korban ANW untuk menjelaskan secara langsung mengenai kronologi dugaan kejadian tersebut. ANW menceritakan dugaan kejadian yang menurut keterangannya berlangsung pada 12 September dini hari di kelab SCBD, Jakarta Selatan. ANW mengatakan saat itu datang ke salah satu kelab di kawasan SCBD sekitar pukul 02.00 WIB bersama seorang teman.
"Jadi waktu tanggal 12 itu, saya datang di salah satu kelab yang ada di SCBD sekitar jam 2 bersama teman saya. Dan ada satu lagi... kita datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman," ujar ANW dengan suara sedikit menangis.
Menurut ANW, mulanya saat berada di kelab tersebut, seorang staf kemudian menghampiri dan menawarkan agar bersama temannya meramaikan sebuah ruangan yang disebut sebagai room milik BP.
"Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari kelab tersebut yang bilang, 'Mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?'" kata ANW.