Saat menceritakan bagian tersebut, ANW mulai menangis. Ia mengatakan tidak memiliki prasangka buruk ketika menerima tawaran tersebut.

"Aku nggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain," tuturnya.

ANW kemudian menjelaskan, seorang pelayan awalnya melayani mereka. Setelah itu, pelayanan tersebut diserahkan kepada seorang staf laki-laki lainnya.

"Awal-awal si waitress ini take over ke temennya satu lagi, cowok juga. Dan si temennya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, nggak akan kenapa-napa," ujar ANW.

Tak lama kemudian, minuman dibagikan. Setelah itu, pelayan tersebut meninggalkan ruangan. ANW kemudian menceritakan sempat keluar dari ruangan untuk mengambil telepon seluler yang berada di sofa di luar room.

"Handphone saya ada di sofa, yang mana itu ada di luar room. Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, temen saya nggak ada, dan setelah saya tanya, temen saya ternyata di toilet," katanya.

ANW kemudian kembali duduk di sofa di samping Betrand.

"Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya," ujar ANW.

Ia mengatakan saat itu tidak langsung memiliki pikiran negatif mengenai tindakan tersebut. ANW mengira diajak untuk mencari temannya yang sedang berada di toilet.

"Saya nggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia ngajak saya untuk ngecek temen saya di toilet, kenapa lama sekali," katanya.