Sementara itu, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tidak hadir pada uji coba tersebut. Sebelumnya ia sempat mengawasi uji coba peluncuran hulu ledak bom klaster yang dipasang pada rudal balistik pada bulan April, didampingi oleh putrinya, Ju Ae.
Kegiatan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan akibat ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat antara kedua pihak. Dalam insiden itu tiga tentara Korea Selatan terluka.
Terkait hal itu, pihak Korea Utara membantah bertanggung jawab dan bersumpah akan semakin memperkuat wilayah perbatasannya serta melanjutkan kembali kampanye melalui pengeras suara.