Hilman menegaskan seluruh jajaran harus menjalankan program secara terukur dan sesuai prosedur. Kata dia, transparansi biaya, integritas petugas, ketertiban antrean, serta keselamatan peserta menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan pelayanan.
Untuk mendukung program tersebut, Satlantas bersama Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan pemerintah desa, pengelola pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas. Persiapan juga mencakup pendataan peserta, kesiapan sarana pelayanan, jaringan komunikasi, hingga area ujian praktik yang aman.
Korlantas berharap program SIM Komunitas dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan SIM sekaligus mendorong terbentuknya pengendara yang kompeten dan tertib berlalu lintas.
Melalui pendekatan jemput bola dalam Operasi Patuh 2026, pelayanan kepada masyarakat diharapkan berjalan beriringan dengan edukasi dan penegakan hukum demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.