"Militer Korea Selatan telah meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan dan mempertahankan kesiapsiagaan penuh sembari berbagi informasi terkait dengan Amerika Serikat dan Jepang," demikian pernyataan JCS.

Peluncuran ini menjadi yang kedua dalam 13 hari terakhir. Korut dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada 20 September silam.

Peluncuran terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara Korea itu menyusul ledakan ranjau darat milik Korut pada 21 September di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea. Insiden tersebut menyebabkan tiga tentara Korsel terluka, dua di antaranya mengalami luka serius.