Militer Korsel menuding Korut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan ranjau tersebut dan menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap perjanjian gencatan senjata. Seoul juga menuntut permintaan maaf dari Pyongyang dan mendesak mereka untuk menghentikan pekerjaan pembentengan perbatasan.

Korea Utara membantah keterlibatannya dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (30/9) oleh Kim Yo-jong, adik dari pemimpin Kim Jong-un. Dia menuduh Seoul merekayasa temuan tersebut dan memperingatkan akan adanya pembalasan "tanpa ampun" jika pihak Selatan mengambil tindakan balasan apa pun.