NADIKABAR.COM — Petinggi Komite Sentral Partai Pekerja Korea Kim Yo Jong menilai tuduhan terhadap Korea Utara (Korut) terkait insiden peretasan bursa aset kripto Binance merupakan bagian dari "sikap penuh kebencian" Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya.

Kim merupakan adik kandung dari pemimpin Korut Kim Jong Un sekaligus salah satu direktur departemen di partai tersebut.

"Kami memandang insiden peretasan Binance bukan sebagai kasus kebetulan atau skema individu yang berdiri sendiri, melainkan sebagai lanjutan dari kebijakan bermusuhan AS yang tidak pernah berubah terhadap DPRK (Korea Utara)," ujarnya dalam pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita Korut KCNA pada Rabu.

Ia menambahkan bahwa tudingan tersebut merupakan upaya licik AS untuk mendapatkan keuntungan politis dan strategis, yang menurutnya justru akan memicu efek samping secara politik bagi AS sendiri.

Pekan lalu, pendiri Binance — salah satu platform transaksi aset kripto terbesar di dunia — Changpeng Zhao, mengonfirmasi bahwa platform miliknya menjadi target serangan peretas. Meskipun demikian, Zhao memastikan bahwa dana milik para pengguna tetap aman.

Berdasarkan perkiraan awal perusahaan, aset kripto yang terdampak oleh insiden tersebut bernilai sekitar 6,3 miliar dolar AS (sekitar Rp114,23 triliun).

Biro Investigasi Federal AS (FBI) pun mengklaim adanya kaitan antara Korea Utara dengan kelompok peretas yang bertanggung jawab atas insiden itu. Namun, otoritas AS tidak memberikan bukti pendukung terhadap klaim tersebut.

Penerjemah: Uyu Septiyati Liman