Namun Seoul bersikeras menuntut Pyongyang meminta maaf atas ledakan ranjau tersebut. Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, mengecam tuntutan semacam itu sebagai tindakan "tercela".

Sementara itu, sepanjang Oktober ini, Korut terdeteksi telah meluncurkan beberapa rudal balistik jarak pendek dari wilayahnya. Sedangkan sepanjang tahun ini, Pyongyang dilaporkan telah melakukan uji coba rudal lebih dari 10 kali.

Meningkatnya ketegangan antara kedua Korea ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan langkah-langkah terbaru untuk berinteraksi dengan Korut. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Korsel, sekutu AS, bisa saja dikesampingkan dalam kemungkinan perundingan nuklir yang melibatkan Korut.