Langkah ini diharapkan dapat mengubah pola mobilitas masyarakat, menekan ketergantungan energi fosil, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster turut membuka peluang kerja sama pengembangan kota cerdas memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea, teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” ujar Koster.
Ia juga mendorong kerja sama alih teknologi untuk meningkatkan daya saing produk UMKM/IKM lokal serta pengembangan industri kreatif Bali.
Terkait keamanan pariwisata, Koster menegaskan Pemprov Bali terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna menjamin kenyamanan wisatawan termasuk yang berasal dari Korea Selatan.