Ia menyebutkan, dari penerimaan pajak yang mencapai sekitar Rp8,5 triliun pada 2022, sekitar Rp6,3 triliun berasal dari Badung.
Angka tersebut, menurut Koster, menunjukkan besarnya kontribusi kabupaten tersebut terhadap perekonomian Bali.
Selain menangani persoalan infrastruktur di kawasan selatan, pemerintah juga mendorong pengembangan destinasi baru di wilayah lain. Konektivitas yang lebih baik diharapkan dapat memperluas persebaran kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian daerah.
Koster menegaskan, pariwisata Bali perlu dikelola dengan memperhatikan pemerataan pembangunan. Dengan akses yang semakin baik, peluang usaha di sektor pariwisata diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai kabupaten.