NADIKABAR.COM β€” Gubernur Bali Wayan Koster menggenjot pembangunan infrastruktur yang lebih merata untuk membuka akses ke berbagai destinasi wisata di Bali, terutama di wilayah utara, timur, dan barat.

Upaya ini dilakukan agar manfaat pertumbuhan pariwisata tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan (Denpasar, Badung dan Gianyar).

β€œArah kita ke depan adalah akses menuju Bali Timur, Utara, dan Barat. Infrastruktur harus bagus supaya objek wisata di sana mudah diakses oleh wisatawan,” kata Koster di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Koster menilai, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pemerataan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah wilayah di Bali masih membutuhkan dukungan infrastruktur agar potensi destinasi wisata dapat dikembangkan secara optimal dan lebih mudah dijangkau wisatawan.

Ia juga menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi persoalan kemacetan, khususnya di kawasan yang menjadi pusat kegiatan pariwisata.

Salah satu proyek yang disebut sedang dirancang adalah pembangunan overpass Jimbaran.

Koster mengatakan rencana tersebut telah dibicarakan bersama pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, untuk ditindaklanjuti melalui proses perencanaan dan penganggaran.

Koster turut mendorong Pemerintah Kabupaten Badung berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur Bali. Menurutnya, kontribusi ekonomi Badung yang besar perlu diimbangi dengan dukungan terhadap kebutuhan pembangunan di wilayah lain.

Ia menyebutkan, dari penerimaan pajak yang mencapai sekitar Rp8,5 triliun pada 2022, sekitar Rp6,3 triliun berasal dari Badung.

Angka tersebut, menurut Koster, menunjukkan besarnya kontribusi kabupaten tersebut terhadap perekonomian Bali.

Selain menangani persoalan infrastruktur di kawasan selatan, pemerintah juga mendorong pengembangan destinasi baru di wilayah lain. Konektivitas yang lebih baik diharapkan dapat memperluas persebaran kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian daerah.

Koster menegaskan, pariwisata Bali perlu dikelola dengan memperhatikan pemerataan pembangunan. Dengan akses yang semakin baik, peluang usaha di sektor pariwisata diharapkan dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai kabupaten.