"Tetapi, memang medan di situ kan kita semua tahu, Ketapang itu kan nggak terlalu luas sehingga memang nggak banyak manuver yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyebrangan dari Gilimanuk, saya kira gitu," terang Koster.

Diberitakan sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua armada kapal bantuan di Selat Bali untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Kepadatan tersebut dipicu oleh pengerjaan perbaikan infrastruktur dermaga di kawasan pelabuhan.

Dua kapal yang dikerahkan yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0. Keduanya telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi sejak Sabtu (5/9/2026) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9/2026).

Setibanya di Tanjung Wangi, KMP Jatra I bakal langsung memperkuat pelayanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Sementara itu, KMP Portlink 0 disiagakan untuk melayani lintasan Tanjung Wangi-Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas.