NADIKABAR.COM β Pemerintah Kota Bandung mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui delapan Kawasan Wisata Kreatif (KWK) yang mengintegrasikan potensi wisata, ekonomi kreatif, seni budaya, sejarah, hingga produk unggulan masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menyebut delapan KWK tersebut yakni KWK Cigadung, KWK Braga, KWK Rajut Binong, KWK Terpadu Gedebage, KWK Literasi Cinambo, KWK Kawasan Tekstil Cigondewah, KWK Pasirkunci, serta KWK Cibaduyut.
βPengembangan pariwisata tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, karena membutuhkan dukungan dari berbagai sektor,β kata Adi di Bandung, Minggu.
Menurut dia, pengembangan kawasan wisata berkaitan erat dengan berbagai aspek pendukung, mulai dari infrastruktur, penerangan jalan, pengelolaan ruang publik hingga kelancaran lalu lintas.
Ia mengatakan kondisi jalan menuju kawasan wisata perlu diperhatikan agar tetap terpelihara, penerangan jalan memadai, ruang publik tertata, serta persoalan kemacetan dapat diminimalkan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.
βKalau jalan menuju kawasan wisata bagus, lampu penerangan jalannya juga bagus dan terang, kemudian kemacetan bisa dihindari, itu semuanya membutuhkan kolaborasi,β katanya.
Adi menjelaskan delapan KWK dikembangkan dengan mengangkat karakter dan potensi masyarakat di masing-masing kawasan, sehingga pariwisata tidak hanya bertumpu pada daya tarik destinasi.
KWK Cigadung, misalnya, dikembangkan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat serta seni dan budaya. Sementara KWK Braga memiliki karakter sebagai kawasan seni, sejarah, dan cagar budaya di pusat Kota Bandung.