NADIKABAR.COM — Bagaimana jadinya jika pulau-pulau yang berdekatan disatukan menjadi satu pulau besar melalui reklamasi laut? Inilah yang terjadi pada kota metropolitan Mumbai di India.
Mumbai merupakan salah satu kota terpadat di India dengan lebih dari 22 juta jiwa, menurut Macrotrends Mumbai Population. Kota ini merupakan pusat keuangan, bisnis, serta industri hiburan seperti Bollywood.
Jauh sebelum menjadi kota metropolitan, wilayah Mumbai dulunya terdiri dari 7 pulau. Lokasinya yang menghadap Laut Arab dan jalur pelayaran internasional membuat Mumbai menjadi wilayah perdagangan yang sangat strategis.
Pada kurun 1817-1845, proyek reklamasi laut menghubungkan tujuh pulau, yakni Pulau Bombay, Parel, Mazagaon, Mahim, Colaba, Worli, dan Pulau Old Woman. Ketujuh pulau tersebut menyatu dan menjadi kota Mumbai seluas 438 km persegi.
Tujuh pulau tersebut dulunya dihuni oleh komunitas nelayan dan berbagai komunitas lainnya. Uniknya, semua pulau memiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda, meski berdekatan.
"Kita telah menciptakan kota dari air," kata Mariam Dossal, profesor sejarah emeritus di Universitas Mumbai, yang telah mempelajari reklamasi selama periode Inggris, dikutip dari The Guardian.
Sebelum disatukan, Pulau Bombay dikuasai oleh Portugis sejak abad ke-16. Pada 1662, Pulau Bombay diberikan kepada Kerajaan Inggris usai putri Raja Portugal, Catherine dari Braganza, dinikahkan dengan Charles II, demikian dilansir Times of India.
Setelah menjadi satu, pulau tersebut terus berkembang. Jalur kereta api pertama di Asia diresmikan, perdagangan kapas menjadi pusat global, dan pembangunan pabrik serta perusahaan meluas di kota.
Pembukaan Terusan Suez juga menjadikan pelabuhan Mumbai semakin kuat. Berkat jalur pelayaran yang lebih singkat dari Eropa ke Asia, wilayah Mumbai menjadi salah satu pintu gerbang utama.
Selain penyatuan beberapa gugusan pulau, kota Mumbai juga pernah berganti nama. Awalnya, setelah penyatuan, nama kota diambil dari salah satu pulau, yakni Bombay.
Nama Bombay bertahan dari era pemerintahan Inggris, perjuangan kemerdekaan India, masa kemerdekaan, hingga pascakemerdekaan. Pada 1950, Bombay dijadikan ibu kota Negara Bagian Bombay dan pada 1970-an menjadi ibu kota keuangan India.
Baru pada 4 Maret 1995, nama Bombay diganti menjadi Mumbai secara resmi oleh Pemerintah Maharashtra. Nama Mumbai dipilih sebagai simbol identitas budaya Maharashtra dan langkah menjauh dari pengaruh kolonial Inggris, demikian dilansir mumbaicity.gov.in.