Ia menambahkan bahwa potensi kerja sama antara Kementerian P2MI dan Pemkot Bandung dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan suplai, penguatan pelatihan, serta penyelarasan kompetensi calon pekerja migran dengan persyaratan kerja di Jepang.

"Kita akan menyiapkan MoU dengan Pemkot Bandung terkait kerja sama ini," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ingin membuka pintu sebanyak mungkin untuk melatih dan transfer ilmu generasi muda Bandung lulusan SMK dan Diploma berkarir di luar negeri.

"Saya ingin mem-branding Bandung sebagai penyedia pekerja migran skilled ke Jepang. Saya berharap Bandung bisa menjadi pusat pendidikan untuk calon pekerja migran bekerja di luar negeri," katanya.