NADIKABAR.COM β€” Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang penempatan PMI di industri kapal pesiar dan sektor logistik dengan menyesuaikan kompetensi pekerja terhadap kebutuhan pasar kerja global.

Dalam siaran pers KP2MI yang diterima Jumat, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani membahas peluang tersebut dalam pertemuan dengan perwakilan MSC Cruise dan kunjungan ke Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada), Kamis (1/10).

β€œIndustri cruise ship (kapal pesiar) merupakan salah satu sektor yang memiliki peluang untuk diisi tenaga kerja Indonesia. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan dan pelaku industri agar tenaga kerja yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk kemampuan bahasa Inggris,” ujar Christina.

Christina kemudian melihat program pendidikan dan pelatihan manajemen logistik di Poltrada Bali sebagai bagian dari upaya mengembangkan kompetensi PMI untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

β€œKami melihat adanya peluang pengembangan kompetensi di bidang tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, baik di bandara, pelabuhan, maupun sektor industri dan manufaktur,” katanya.

Menurut Christina, program pelatihan yang telah tersedia dapat disesuaikan dengan permintaan pasar global, termasuk kemungkinan pengembangan pelatihan dengan durasi lebih singkat.

Penyesuaian itu, katanya, perlu memperhatikan kebutuhan industri dan pasar kerja di negara tujuan agar kompetensi yang dimiliki calon PMI sesuai dengan permintaan pengguna tenaga kerja.

β€œKP2MI akan terus membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan, pemerintah daerah, serta dunia usaha untuk mengembangkan model penyiapan pekerja migran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja,” ujar Christina.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah KP2MI memperluas sektor penempatan PMI sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang bekerja di luar negeri.