NADIKABAR.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan optimistis dengan dukungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memberantas korupsi.

"Optimistis pemberantasan tindak pidana korupsi bisa dilakukan dengan dukungan pemerintah yang sekarang," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa.

Menurut Setyo, optimistis tersebut diperlukan internal KPK dalam memberantas korupsi di tanah air.

"Kalau kami optimistis, tentu ada cara atau strategi yang bisa kami lakukan," katanya.

Setyo menyampaikan pernyataan tersebut untuk menjawab pertanyaan terkait pandangan KPK terhadap upaya pemberantasan korupsi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming dilantik MPR RI pada 20 Oktober 2024.

Selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, KPK telah melakukan sejumlah penyelidikan maupun penyidikan, termasuk 36 operasi tangkap tangan (OTT).

Sebanyak 34 dari 36 OTT tersebut dilakukan pada masa Setyo Budiyanto menjabat Ketua KPK.

Beberapa pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut terdiri atas Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal, dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Kemudian, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Lampri, hingga Bima Setiawan selaku adik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto.