NADIKABAR.COM — Komunitas Pengguna Kapal Penyeberangan Nusantara (KPK-PN) menilai langkah PT ASDP Indonesia Ferry dalam menangani insiden kebakaran KMP Batumandi telah dilakukan secara tepat, dengan mengutamakan keselamatan penumpang.

"Penanganan insiden kapal terbakar tidak dapat dinilai hanya dari kondisi akhir kapal, tetapi harus dilihat secara menyeluruh berdasarkan prioritas penyelamatan jiwa, keamanan pelayaran, mitigasi risiko lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan investigasi," kata Koordinator KPK-PN Maruly Hendra Utama terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Menurut KPK-PN, keselamatan pengguna jasa menjadi prioritas utama dalam setiap kejadian pelayaran, sehingga tindakan ASDP yang mengikuti prosedur darurat dinilai sudah sesuai ketentuan.

Maruly mengaku sebagai orang yang pernah mengikuti pelatihan health, safety, and environment (HSE) maupun kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menilai, langkah tanggap darurat yang dilakukan ASDP menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan yang mempertimbangkan berbagai risiko secara bersamaan.

Dalam situasi kebakaran kapal, keputusan yang terburu-buru justru dapat menimbulkan persoalan baru apabila tidak memperhitungkan kondisi kapal, keselamatan awak dan penumpang, serta dampaknya terhadap aktivitas pelabuhan.

Dalam situasi darurat seperti kebakaran KMP Batumandi, kata dia, ukuran paling mendasar adalah bagaimana keselamatan jiwa diprioritaskan dan risiko lanjutan dikendalikan.

Penanganan tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus memperhitungkan keamanan alur pelayaran, potensi pencemaran laut, kondisi kapal, dan kebutuhan investigasi.