Dia memastikan, penyidik masih terus menelusuri setiap aliran uang dari perkara awal yang ditangani. Pemanggilan terhadap sejumlah pihak nantinya juga akan terus dilakukan.

"Tentunya juga dalam pengembangan penyidikan ini, nantinya juga akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi baik pada pihak-pihak yang diduga terlibat pada awal pokok perkara ataupun nanti ada pihak-pihak baru yang memang eh pengetahuannya dibutuhkan untuk membantu penyidik dalam pengungkapan perkara ini," imbuhnya.

Seperti diketahui, KPK menggeledah lagi rumah mewah milik Yayat Sudrajat (YYS), saksi kasus suap ijon proyek Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang. Ini kedua kalinya KPK menggeledah rumah Yayat.

Budi menjelaskan sejauh ini penyidik memperoleh informasi jika Yayat memiliki belasan aset. Aset itu tersebar di sejumlah daerah.

"Penyidik menduga yang bersangkutan memiliki sejumlah aset mewah yang jumlahnya mencapai belasan," terang Budi.

"Tersebar di beberapa tempat, antara lain di Jakarta, Bekasi, Cibubur, Depok, Bogor, Sukabumi, Kerawang, dan wilayah lainnya. Penyidik masih terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset terkait lainnya," imbuhnya.