Adapun total aset perusahaan penjaminan mengalami kontraksi sebesar 2,03 persen (yoy) menjadi Rp47,26 triliun.
Pada sektor lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML), piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan (PP) tumbuh 2,21 persen (yoy) pada September 2026 menjadi Rp518,34 triliun.
Rasio non-performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,98 persen secara bruto dan 0,81 persen secara neto.
Friderica juga mengungkapkan bahwa perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia terjaga stabil.
Hal ini ditunjukkan dari jumlah investor aset kripto yang berada dalam tren meningkat dan telah mencapai 23,48 juta investor pada September 2026, dengan nilai transaksi aset kripto selama September 2026 sebesar Rp30,56 triliun.