Salah satu tantangan dalam penanganan bencana, kata Qodari, adalah mempercepat distribusi bantuan dan pengerahan personel ketika akses darat menuju daerah terdampak terputus.
"Dengan kemampuannya mendukung pergerakan helikopter serta membawa dan menyalurkan berbagai kebutuhan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat maupun jalur lainnya," ujarnya.
Qodari mengatakan pemanfaatan kapal tersebut untuk penanganan bencana tidak menghilangkan fungsi utamanya dalam memperkuat pertahanan laut Indonesia.
"Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan," katanya.