Kondisi stok yang kritis memaksa pasien talasemia mencari pendonor mandiri dari lingkaran keluarga mereka sendiri. Namun, langkah ini bukan tanpa kendala.

"Itupun sulit, karena kan tidak bisa setiap bulan anggota keluarga dapet mendonor. Makanya dengan minimnya pendonor membuat pasien talasemia kebingungan," kata dia.

Guna mengatasi krisis ini, PMI terus menjalin kolaborasi dengan berbagai instansi untuk menggenjot ketersediaan stok. Salah satunya melalui aksi donor darah yang melibatkan personel kepolisian.

"Seperti hari ini kami bekerjasama dengan Satlantas Polres Cianjur. Mereka donor darah di gedung UTD. Sekarang stok sudah lebih baik, ada sekitar 295 labu, dengan paling banyak stok golongan darah B yang mencapai 130 labu. Stok ini cukup untuk empat hari ke depan," kata dia.