Menanggapi fenomena tersebut, Ustaz Rifky mengimbau masyarakat yang masih berpikiran jernih untuk tidak diam.

Ia mendorong warga bersuara secara tertib melalui jalur birokrasi agar perangkat lingkungan bertindak tegas dan menghargai warga yang terganggu.

"Lah ini kalau tidak disuarakan, akan terus seperti itu. Maka orang-orang yang masih lurus model panjenengan harus bersuara. Tujuannya apa? Biar perangkat RT, RW, desa, camat, mereka juga menghargai orang yang tidak sependapat. Sampaikan, datang ke Pak RT bawa surat resmi, datang ke Pak RW, nanti diskusi warga, apa manfaatnya?" tegas Ustaz Rifky.

Di akhir ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mengevaluasi diri dan mengedepankan akal sehat serta kebersihan hati dalam menilai suatu hiburan.

"Coba dipikir dengan hati yang bersih, apanya ya? Boleh-boleh, hatinya senang ya? Nah, maka kalau senang dengan sesuatu yang tidak baik, itu artinya hatinya sedang tidak baik. Maka perlu diluruskan," pungkasnya.