Di Indonesia, Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 17,25 juta petani gurem dari 27,80 juta petani pengguna lahan, setara sekitar 62,05 persen. Petani gurem didefinisikan sebagai petani yang menggunakan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektare.

"Sehingga menurut saya inovasi yang dikembangkan, terutama konteks Indonesia ya, itu mestinya merujuk pada kelompok ini," ujarnya.

Menurut Said, struktur usaha tani tersebut menjadikan intensifikasi atau peningkatan produktivitas di lahan yang tersedia sebagai salah satu pendekatan penting untuk memperkuat produksi pangan.

Pendekatan inovasi bagi pertanian rumah tangga juga perlu disesuaikan dengan kemampuan petani karena karakteristik usahanya berbeda dari pengelolaan pertanian berskala besar.

Upaya itu dapat dilakukan melalui penyediaan benih berproduktivitas tinggi, perbaikan kualitas lahan, penerapan teknik budi daya yang sesuai, serta pemanfaatan teknologi pascapanen untuk mengurangi kehilangan hasil.

"Inovasinya bisa mulai dari input, misalnya penyediaan benih yang produktivitasnya tinggi, atau inovasi perbaikan kualitas lahan misalnya,juga teknik budidaya. Sampai ke pascapanen, inovasinya misalnya mengurangi food loss dengan mesin atau teknologi tertentu," tutur dia.

Perluasan lahan atau ekstensifikasi juga dinilai Said memungkinkan, sepanjang pelaksanaannya memberi ruang kepada keluarga petani kecil sebagai pelaku dan pengelola usaha pertanian.