Ia menambahkan inovasi pengolahan hasil juga diperlukan agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan dapat menghasilkan produk olahan yang memberikan nilai tambah dan peluang peningkatan pendapatan.
Aspek lain yang perlu diperkuat ialah pembiayaan. Menurut Said, skema pendanaan perlu disesuaikan dengan karakter usaha tani kecil sehingga petani lebih mudah memperoleh modal untuk berproduksi dan mengembangkan usaha.
"Selama ini kan kalau kita melihat akses pembiayaan harus ada agunan, prosedurnya yang panjang, dan seterusnya. Nah, saya kira itu bisa di-simplify inovasinya," katanya.
Ia menyarankan penyederhanaan persyaratan dan prosedur serta pengembangan pembiayaan yang tidak memberatkan petani, sebagai bagian dari inovasi di luar teknologi pertanian.
Selain itu, Said menekankan peran kelompok tani, koperasi, atau lembaga ekonomi kolektif dalam mengonsolidasikan produksi, memperluas pasar, dan mempermudah penerapan inovasi.
"Nah, memang kalau petani kan sendiri-sendiri berat ya masuk ke pasar," katanya.
Menurut dia, kelembagaan tersebut bukan hanya membantu pemasaran, melainkan juga dapat memperkuat kemampuan petani untuk mengakses sarana produksi, pembiayaan, dan teknologi secara bersama-sama.